Friday, March 28, 2014

"Ini kehidaupan Nata, keegoisan dalam suatu kelompok itu sudah biasa, kadang kita di bawah kadang di atas. Kadang ada orang yang respek dengan kita, ada juga yang pura - pura respek dan sering kali orang mengacuhkan kita. Tak pernah menggap  pendapat kita, biarlah semua berlalu, bagai angin sore ini. Lupakan tindak tanduk orang yang membuatmu sakit hari ini, dan kamu harus selalu senyum menghadapinya, Tuhan maha tahu, adikku"
Masih teringat jelas perkataan Oxa sore itu. Hmmm....kemana perginya anak itu, tumben - tumbennya dia telat hari ini.
" Woy....Nata" (Oxa menghampiriku dengan napas tergenggah2 )
" Kamu, telat 30 menit, waktu bagiku uang Oxa, dan perlu dinggat aku juga banyak tugas."
Oxa, yang sekarang berbeda dengan yang dulu, sekrang dia tambah jauh dari aku, tambah sibuk dengan menjadi wartawan kampus.
" Sory, bu....aku tadi habis ngurus redaksi minggu depan." jawaban yang sama dari Oxa
" Ini, file yang aku janjikan kemaren."
" ok, thanks ya...aku pergi dulu." daaa.....
" iya....."jawabku lemas.
Rasanya tak ingin berajak  dari sini, tubuhku sudah lelah dengan kuliah stering hari ini, ditambah tugas yang menumpuk bak gunung. " Huuu.....turun hujan", gumamku. Akupun mulai menepi ke gazebo terdekat. Bagaimanapun hujan itu indah. hehe
Dalam seketikapun dedaunan kebun kampus.Hari semakin sore akupun beranjak pulan, meningggalkan sisa - sisa air hujan di orbicularisnya Nelumbium nelumbo, dekat kolam D1. Hanya Rana pipien yang mengucapkan selamat tinggal Nata. Hahahaha.......rasanya aneh jika seseorang dapat mendengar suara-suara mereka. Langkahku semakin cepat melewati licinnya gang tikus sore ini, ditambah Felis domestica yang mengejar. huhuhuhu.....tidak lagi - lagi ketemu kamu, Felis.huhuh